Wawancara dengan Bonnie

Oktober 18, 2009

Saat ini, saia, Harbowoputra, akan mendatangi secarik cewek yang diduga mendalangi konflik dalam cerita Rumit. Benar-benar tak disangka akhirnya bisa mewawancarai ‘iblis’ langka ini. Face to face loh.

[G] Malam om…

[L] Heh sialan, gue cewek tauk!

[G] Waduh sori deh om, saia gatau kalo om ini maho. Lalu si terwawancara hampir meninggalkan saia dan kekurangajaran saia, tapi ia mengurungkan niat

Jadi, kita mulai dengan pertanyaan sederhana: Apa warna kesukaan leu?

[L] Kuning

[G] (Halah, gampang ditebak ternyata.) Sekarang, um, leu tau kan tentang gosip-gosip sekolah yang dulu?

[L] Erm…iya, yeah.

[G] Kalo gitu apa pendapat leu tentang Doppel yang ternyata——–

[L] Apa? Doppel? Gosip apa seh yang leu omongin?

[G] Doppel, Doppel! Yang waktu kelas satu itu! Owh, leu kira gosip kacangan yang gitu-gitu ya? Bukan, ini tentang Doppel.

[L] Beneran deh, gue ga tau tentang Doppel. Meh, aneh, kok dia gatau ya?

[G] Yeah, yauda deh ganti topik. Pernah ngerasa ill-fated, eh, ill-feel gak pas Rea menyebut-nyebut soal ‘iblis’ en ol dat setaf…?

[L] Lagi-lagi elo ngomong hal yang gue gak ngerti. Nanya tuh yang bener, mbak!

[G] Ay bukan mbak-mbak. Oh, kita seri.

[L] Yap, kita seri.

[G] Eh, bener leu ga tau tentang ‘iblis’? Yellow Demon? Rea vs Juni? Bahkan Rumit ga tau!?

[L] Sumpah deh, kalo mau kumur-kumur ke toilet aja sana.

[G] Beneran leu ga tau itu semua, Bon?

[L] “Bon”? Gue ini Rebecca.

[G] Astaganagasastra…

Wawancara hari ini gagal, sodaraku setanah air! Saia akan me-repost nanti. Daag.

Fotoramisu

April 11, 2009

Ay pikir leu semua uda kesel karena setiap baca Juniiiiiiiiiiiii…!! selalu aja akhirnya ngegantung. Maka dari itu sekarang ay mau nulis alasan mengapa Bonnie Ips(sand)wich nyariin Junior dan kenapa pake teriak. Oke? Nikmati.

========

Oh, ngomong-ngomong, rant ini gak berhubungan dengan yang berjudul Fotogerandong. Tapi gak salah kalo leu mau baca yang itu dulu. Oke? Sekarang nikmati.

========

Dan akhirnya setelah perjuangan begitu lama, melewati lautan sejuta umat, Bonnie balik ke kelas. Dengan Juni.

Dengan Juni. Bonnie telah selesai menjalankan quest-nya yang sebelumnya telah mengorbankan waktu luang Rea.

Ehm, sebentar. Ah. Susah mikir, sori ya.

…yep. Lanjut.

Juni mencopot headset-nya saat memasuki pintu kelas. Tapi ada sebuah tangan menodongnya. “Juni,” kata tangan itu. Setelah dipikir lagi ternyata bukan tangan itu yang berbicara, melainkan pemilik tangan itu. Rea berkata, “Juni, karena elo hidup gue uda berkurang 90 menit!”

Rea masih dengan yellowhood-nya menodong Juni. Juni gak bisa gerak karena serangan Rea begitu kuat. Bonnie hanya bisa melihat dari jauh pertempuran antara dua behemoth ini dalam renyahnya hantaman petir di luar kelas.

Ternyata suasana tidak sedramatis yang mereka bayangkan. “Kenapa Re? Bukannya karena gue elo jadi menghabiskan seluruh jam istirahat berdua aja sama Bonnie Sandwich, huh? What’s up with that? Gue kira elo malah seneng!”

“…” Rea baru mau membalas dengan terbata-batako sesaat sebelum Bonnie menyelak.

Bonnie gak jadi nyelak.

“Elo tuh ya,” Juni ngebuka yellowhood-nya Rea dan menepuk pundaknya, “kalo cemburu gak usah segitunya deh. Sekut aja kali,” dan ia bergegas ke mejanya.

Bonnie pasang tampang polos seolah gak tau persoalan di depannya. Rea juga speechless.

“Kok Juni ngomong ‘cemburu’ seh?” kata Rea ke Bonnie. “Padahal gue cuma mau bilang supaya dia gak keluyuran, daripada ntar malah jadi susah kalo mau nyariin dia…”

Dengan polosnya Bonnie OOT, “Jadi elo suka sama gue?”

Stop! Kejadiannya emang kaek gini tapi menurut ay ini terasa garing jadi mari kita skip dulu percakapan canggung antara dua murid ini dan bergegas ke istirahat kedua. Dan di istirahat kedua Rea mengejar Bonnie.

Alangkah anehnya ketika Rea yakin ia sudah memasuki kecepatan Mach 7 masih saja Bonnie ini diluar jangkauan. Rea sadar bahwa memisahkan seekor cewek dari kawanan migrasinya emang sangat susah. Demi sebuah pencerahan ia rela membiarkan dirinya diserang cewek lain atas pengejarannya ini.

“Bonniiiiiiiiiiiiiiiiiiie…!!”

Rea mengerem dengan sangat drastis. Kawanan migrasi itu berhenti dan menyadari bahaya yang datang: hantaman cowok seberat 52 kg! Tapi Rea berhasil memindahkan manuver dan melayang tepat agar para cewek itu gak ketiban Rea. Rea pun mendarat dengan mulus.

“Gue pinjem Bonnie-nya,” katanya kepada sepetak cewek-cewek terkejut dan ia langsung membawa Bonnie pergi seperti seorang pembunuh yang ingin menghabisi dan memutilasi.

Akhirnya, karena lagi-lagi ay males nyeritain kejadian bodoh selanjutnya, kita skip aja dan sekarang Bonnie dan Rea sudah dalam posisi untuk menusuk satu sama lain dengan pisau dapur.

“Aduh Rea,” Bonnie melemas. Rea menegang. Stop. Jangan pikir macam-macam. Gak ada arti tersembunyi.

“Kalo elo ngefans sama gue gak perlu nyulik gue deh! Segitu pentingnyakah alesan gue manggil Juni? Alesan atas apa yang gue lakuin sama Juni tadi? Gue cuma minta dianterin buat fotokopi.”

Tanpa ekspresi Rea merespon, “Fotoramisu?”

=========

Anjay gak jelas abis. Tapi emang gini kejadiannya. Oke, alesan kenapa judulnya Fotoramisu emang kurang jelas. Rant ini belum selesai jadi tunggu kelanjutannya ya.

Dibatalkan

Maret 29, 2009

Karena sepertinya antusiasme pembaca sangat sangat SANGAT sedikit, maka dengan ini saia menyatakan bahwa Kontes Nama Terheboh DIBATALKAN.

Terima kasih.

Kontes Nama Terheboh

Maret 22, 2009

Secara ay lagi bosen neh, ay mau bikin kontes.

Objek perkontesan kali ini adalah anak-anak Weuzeut (lagi)! Waktu itu kan ay uda ngartiin nama mereka masing-masing, nah sekarang giliran leu semua untuk memilih mana nama yang artinya paling heboh. Oke?

Click here to vote!

YEAH, hari ini adalah Friday the 13th terakhir untuk tahun ini. Haah. Tadinya ay mau ngerayain bareng temen, tapi karena ada kehebatan jumat (yaitu chemistry enrichment dan RV) jadinya ya gak jadi. Haah. Tadinya juga ay mau melakukan hal hebat hanya untuk sekali saja, dipersembahkan untuk hari spesial ini, tapi ya gak kesampean lagi. Haah.

TAPI sisi hebatnya, kejadian “ambil ayam” terulang kembali pas RV (yeahahaha). Haah. Dan sisi hebatnya lagi ternyata hari ini bulan purnama! Jahh, setidaknya gak kaek Friday the 13th bulan kemaren yang ternyata purnamanya hari Kamis. Tapi tetep aja lagi-lagi ay gak melakukan hal hebat hari ini. Aduduh, kapan ya ay bisa melakukan hal hebat itu? Tahun depan-kah?

Oke, sebenarnya ay cuma mau nulis ini aja, karena ay harus mengerjakan tumpukan tugas komputer sekarang juga. Dan ay cuma mau bilang, “Hei kamu, kalau kamu merasa girang, tunggulah Jumat tanggal 13 selanjutnya (entah itu tahun depan atau dua tahun lagi) dan kamu bisa merayakannya bersamaku!!” Bersama kita bisa menghilangkan paraskevidekatriaphobia (fobia pada Jumat 13)!