Ah, suasana kelas 3.2 detik setelah jam pelajaran kedua berakhir…

Kebanyakan siswa berpencar sementara siswi berkumpul di seantero kelas. Dua cowok di pojok kelas lagi tampol-tampolan pake kartu, entah maen apa. Tiga murid, satu cowok dan dua cewek, lewat di selasar luar kelas sambil jingkrak-jingkrak. Beberapa perkumpulan siswi sedang makan snack-snack impor. Rea lagi bertopang dahi (harusnya kan bertopang dagu, tapi dia aneh jadi ini pengecualian), sebodo amat sama kekacauan kecil di transisi jam pelajaran yang terjadi setiap hari.

Rea yang lagi gak peduli melewatkan sebuah transaksi yang terjadi di sudut barat daya kelas. Sebuah transaksi antarinsan. Antara Andi Juniarto a.k.a. Junior a.k.a. Juni, yang sedang mengeluarkan sebuah map kuning transparan dan menyodorkannya ke Bonnie Ipswich a.k.a. Bonnie…

Baca entri selengkapnya »

My Forsaken Project List

Desember 5, 2009

  • Duracel – beserta triloginya (Sangrel, Nibel, Uraniel). Scar, karakter utama, akan berjuang agar ‘Red Dragon’ tidak jadi bangkit. Oh Duracel ini sarat istilah agama loh, jadi jangan kaget kalo ‘Holy Grail’, ‘Dajjal’ dan ‘Uroboros’ ada di sini.
  • Kuadrilogi Rumit – yang ini parah banget, bahkan satu chapter pun belom selese. Padahal kuadrilogi (empat seri). Tapi Rumit ini rencananya jadi crossover kok, jadi gak cuma ceritanya si Rea Issachar aja, karakter lain dari novel buatan ay bisa muncul di sini.
  • Likan Chapters – prekuel trilogi Duracel, ay masi bingung bikin garis besarnya. Pokoknya di sini dijelasin kenapa Likan kenal Raissa (dan Oris) dan kenapa dia mau jadi ‘Red Dragon’. Buku ini cuma ada 7 bab dan setiap judul bab adalah salah satu dari 7 Dosa Besar.

Lalu selain tiga teratas di atas masih ada side-projects yang ay telantarin…

  • A.I.U. – bingung banget bikin ceritanya. Ternyata virus akalbudi susah dimengerti (oleh pembaca). Cabik dan Retak adalah dua orang (sejoli?) yang bisa mengendalikan virus akalbudi.
  • Indra VI – (baca: Indra Keenam) a.k.a. Indra keturunan keenam. Kok lama-lama ide ini rasanya garing ya. Intinya seh si Indra ini Esper (pengguna ESP) dan ga tau sampe dia tau bahwa dia keturunan keenam dari Indra sebelumnya dan…dan gatau lagi. Mungkin akan ada Vajra, senjata Dewa Indra.
  • Dominance Fight series – biar jelas baca blog ay dulu. Yang pasti ini cerita cinta Abel dan Vixen yang agak mengenaskan. Dilanjutkan dengann sekuelnya yang lumayan banyak (dan gak melulu nyeritain Abel-Vixen): Battle Nevar Lies, Weiss Factor, Project ND, Project NV, Raven.
  • RPG-anofficially cancelled, ada yang tertarik untuk bikin ceritanya? Ay uda punya judul dan nama karakter neh.
  • Interrobang – btw ay mau ngasih spoiler nama karakter: Skip Angel. Untuk judul ini ay mau mengucapkan terima kasih kepada Arseno Harahap yang uda memperkenalkan kata ‘interrobang’ ke ay. MAKASIH. Ini cerita tentang para ‘Shark’, pemuda-pemudi yang menyukai kecepatan dan ternyata mereka ini keturunan malaikat! Hm, bisa jadi ceritanya begitu, bisa jadi enggak.
  • Randomizer00 series (working title: Project bugFrag) – terinspirasi .hack . Judul sekuelnya mungkin ‘Rand d20′, ‘Rand d%’, ‘Randy’, etc gatau lagi apa yang bagus.
  • Catboy – anjing vs kucing di tingkat yang lebih tinggi.
  • Close Your Eyes – apa yang terjadi kalo di saat leu nutup mata, leu ngeliat dunia yang berbeda? Ini tentang para ‘Scredator’ yang berburu ‘Screy’ dengan cara ‘Scrying’ (cari arti kata ’scry’ kalo mau ngerti).
  • Dive series – cuma pengen dualogi: Dive One Dive Once dan Dive 2 Hell. Gatau tuh ini ntar ceritanya kaek apa, cuma nemu judul doang. Oh, ay uda punya 2 karakter, Dodo dan Hell.
  • Caladbolg – rekonstruksi legenda Arthurian. Pedang Excalibur kali ini tertancap di tulang punggung anak muda bernama Caliburn. Dapatkah Putri Arturia melepaskannya?
  • Jane Dark – Joan of Arc (Jeanne d’Arc) ternyata mempunyai Corrupted Blood dan Kerajaan Britania perlu mensucikannya dengan cara dibakar.
  • BULLETPROOF – cerita si Pitung yang dimodernisasikan dan ditambah Sci-Fi/Hard Fantasy.
  • Jaka series – dua Jaka diceritain di sini (dengan atmosfir yang sama kaek BULLETPROOF). Akan ada Jaka Tingkir yang make slayer di kepala dan ditemani Adamant Blade yang bisa berubah bentuk, dan Jaka Tarub yang bisa pindah-pindah dimensi.

Begitulah kawan-kawan semua yang telah terlantar (dan mendosakan ay karena ditelantarkan). SAIA BERJANJI LIBURAN INI MINIMAL SATU BAB TELAH SELESAI!!!!!!!!!!!!!!

Saia tahu, Anda sekalian yang uda jadi veteran MMO pasti ngerti sama judul di atas. Bahkan ada yang langsung jijik dan gelepar-gelepar di pojokan.

Dan sekarang saia akan bertanya kepada Anda sekalian: Siapkah Anda mengetahui artinya?

Tunggu. Sebentar. Bukan artinya yang mau saia bahas. Saia mau bahas DARI MANA kata Hode itu berasal. Oke? Kalo Hode kan semua orang juga tau.

Iya, semua orang tau kalo Hode itu cowok yang ngaku cewek. Nah, kenapa dipanggil Hode?

Baca entri selengkapnya »

Semiotika Pragmatika

Desember 5, 2009

Pertama-tama saia mohon maaf pada kawan-wa-kawan semua bukan karena sekarang bulan puasa, melainkan karena isi rant ini sebahagian daripadanya adalah curhat. Savvy?

Mengingat akhir-akhir ini kita (dan, tentunya, pastinya–siapa lagi–saia) menghadapi berbagai interaksi antarmanusia dalam menjalankan syariat-syariat pertemanan dan perhubungan, kita semua disuguhi sekaligus tersuguhi dengan berbagai macam simbolisme. Beberapa terasa klise. Beberapa terasa seperti malaise. Tetapi hal-hal seperti itulah yang sebenarnya berperan besar dalam pembentukan luka-luka mendalam.

Holy molly. Luka?

Ah…lupakan. Simbolisme yang kita semua dapatkan akhir-akhir ini, pada awalnya, saia anggap sebagai kesempatan besar untuk menghilangkan sisa-sisa peperangan masa lalu–

oia, sisa-sisa peperangan masa lalu contohnya penance dan proxy

–dan juga untuk membereskan agar tidak ada lagi per-tidak-enak-an. Begitulah sedemikian rupa sehingga saia harus memanfaatkan simbol yang satu ini sebaik-baiknya.

Tetapi karena pada dasarnya hal tersebut memang klise, sebaik apapun pemanfaatannya tetap saja saia sampai sekarang tidak merasakan apa-apa. Biasa saja. Namun mungkin keterbiasaannya itulah yang membuat saia merasa “tidak-merasakan-apa-apa”-

nya tidak bertambah banyak. Biasa saja.

…atau mungkin hal itu tergantung kepada siapa yang menggunakannya?

Kalau benar tergantung sang pemakai maka terbuktilah bahwa hal itu benar-benar klise. Benar-benar bukan apa-apa. Hanya sebuah formalitas. Tidak ada pengurangan sedikit pun. Kalaupun ada tetap saja itu semua “hanya sebuah formalitas”. Gak lebih. Segitu aja.

Meh, kenapa pikiran saia tiba-tiba mengilas balik?

Tapi sebenarnya beberapa saat sebelum “ritual simbolis” diadakan saia sudah merasa beberapa “tautan” sedang “dirantai ulang”. Dan kembali seperti tahun lalu, seperti sediakala. Jahh, tetap saja “perantaian ulang” tersebut tetap terasa sebagai sebuah simbol klise. Euhh…

Yak, terima kasih telah memaafkan kekacauan yang telah saia buat dengan huruf dan spasi di atas. Bagi yang mau mengomen, waktu dan tempat persilakan saja sendiri^^ hha.

Huwah. Di sini Harbowoputra sebagai saia akan BENAR-BENAR mewawancarai Bonnie. BONNIE IPSWICH. Berani jamin kalo yang sekarang gak bakal salah orang.

Nah, pembaca, saat saia menulis paragraf ini saia sedang menuju meja kosong. Lalu saia duduk dan bertanya ke sekilas waitress yang lewat, bertanya di mana saia dapat menemukan cewek ber-cardigan kuning.

Waitress tersebut bingung. Pasalnya, hampir semua cewek di situ memakai cardigan kuning. Meh, saia sendiri jadi keder sendiri. Yasudala, pakai insting hewan aja buat nemuin Bonnie.

Lalu saia dengan canggungnya duduk di depan setangkai cewek yang bernama Bonnie. Gak percaya?

[G] Nona…saia tahu bahwa Anda bernama Bonnie Ipswich.

[L] Gue juga tau kalo nama lo Harbowoputra.

[G] Ah, gak seru banget seh leu! Kan ceritanya ay lagi jadi mentalist.

[L] Oh gitu ya? Sorisorisori.

Jeda sebentar, diikuti atmosfir salah tingkah (?)

[G] Bener kan leu ini Bonnie Ipswich? Bonnie yang hampir dipanggil Bonnie Sandwich? Yang gak seneng kalo dipanggil Bonbon? Yang seneng warna kuning?

[L] Iya dan enggak.

[G] Excuzes moi?

Bonnie tiba-tiba mendekat ke ay. Posisi kami jadi gak enak, tapi dapat dinikmati.

[L] Semuanya bener, cuma… Sinian deh.

Saia mendekat. Deg-degan.

Warna kesukaan gue itu…

Bonnie meniupkan satu rangkaian huruf di daun telinga saia. Bukan maksud mendramatisir ya, tapi alunannya itu membuat ay–maaf maaf, kembali ke cerita.

[G] COLORLESS…? Mwahahah, itu bahkan bukan warna!

[L] Ya maka dari itu gue agak gak enak ngomonginnya.

[G] Mehahah, ay masi ngerasa aneh kenapa ‘gak berwarna’ bisa jadi ‘warna’ kesukaan leu. Aduduh Bon…

[L] Oke. Ada urusan apa sampe elo mau ngewawancarain gue, Har?

[G] “Har”?

[L] Euh, gak enak ya? Elo gue panggil Harry aja ya. Susah seh manggil Harbowoputra.

[G] Seterah leu lah.

Ay ini mau ngewawancarain leu soalnya…jahh…cuma mau aja.

[L] Oh, jadi ini yang namanya ‘curhat-by-force’. Gapapa lah, gue emang lebih enak curhat ke orang ga dikenal.

[G] Somehow, you reminds me of a cunning linguist I knew.

[L] Yauda, silakan tanyain gue. Apa yang mau elo tau———–

[G] Tanpa becanda dan langsung menusuk, inilah pertanyaan ay:

Mantan leu ada berapa?

[L] Oh jadi elo cuma mau nyari lowongan doang ya?

[G] Katanya boleh nanya apa aja.

[L] Iya iya gan, aduh, gue ga bakal kabur kok.

Mmh, kurang lebih ada tiga tuh.

[G] Woah. Tampang ay kaget-kaget gak jelas gitu

[L] Eyaah ketauan neh elo belom pernah pacaran ya?

[G] Itu bukan bahasan kita, ITU bukan bahasan kita. Silakan lanjutin.

[L] Iyap. Yang pertama itu…yang pertama…

Ah, lupa namanya. Udah lama seh, dari SMP. Dia itu siswa SMA ini.

[G] “Ini” maksud leu SMA leu sekarang ini?

[L] Ya ya. Beneran deh gue lupa namanya siapa. Yang gue inget cuma dia itu seneng banget sama yang namanya Jam Pendulum. Dia sempet melajarin cara kerjanya abis-abisan, tapi lebih berfokus pada pendulum-nya. Pendulum.

Pendulum, eh? Pendulum…

Nah yang kedua gue juga agak-agak lupa.

[G] Parbed dah, leu ini pacaran niat apa enggak seh?

[L] Tapi gue inget namanya, week!

Jet Black. Namanya Jet Black. Udah, cuma itu doang yang gue inget selain masa pacaran kami yang singkat banget.

[G] Cocok sama namanya. Secepat Jet. Jet Black, got it.

…ngebut aja ya? Dan yang terakhir…?

[L] Yang terakhir ini pas gue kelas satu SMA. Gak heboh seh, tapi cowok gue waktu itu———

[G] Jangan bilang namanya Alda. JANGAN bilang namanya Alda.

[L] Elo tau? Elo kenal Kak Alda?

[G] Heyah. Alda yang uda lulus.

Bon, mau tau sesuatu gak?

[L] Apa tuh? Lalu Bonnie menyesap milkshake-nya

[G] Alda itu kakaknya Rea.

Bonnie keselek. Setidaknya itu yang ay liat.

[L] Rea…Rea Issachar? Ta-ta-tapi kan Issachar! Eh, tapi kan Alda namanya Alda Gilgamesh! Bukan Issachar! Kok-kok-kok bisa…?

[G] I know. It’s a long story you don’t wanna hear.

[L] Alda? Kaka-kak kandungnya Rea? Tapi kan beda banget…

[G] Leu juga pernah tau Rumit kan pas SMP?

[L] A…Alda–iya yeah, pernah baca Rumit sekali. Rumit yang agak susah dibaca itu, Rumit-R:2 kalo gak salah namanya.

[G] Tau GatorBoy dong.

[L] Iya, yang ternyata dia itu cewek yang Rea suka.

[G] GatorBoy itu Alda. Bonnie keselek. Lagi. Kali ini keliatan bener-bener.

[L] Udah…cukup shock therapy-nya…gue gak tahan lagi.

Tiba-tiba Bonnie menggengam bahu ay.

Heh, Harry. Elo dibayar siapa, hah? Gue ragu elo ngelakuin semua ini cuma iseng, cuma mau jadi perantara curhat orang. Gue tau elo tau lebih banyak tentang orang-orang di sekitar gue. Elo ini suruhan Rea? Apa suruhan Juni? Oris? Tata? Siapa, udah elo ngomong aja.

[G] Oke. Iya. Sori deh Bon. Ay bukan suruhan siapa-siapa. Ini murni iseng.

[L] Bonnie tiba-tiba-lagi tersenyum. Yaelah gitu aja uda takut. Ahahah! Santai aja mas, pundak lo gak usah tegang gini dong. Bonnie nepuk-nepuk pundak ay. Makasih ya.

[G] Kenapa jadi leu yang bilang makasih?

[L] Ya cuma mau ngomong aja. Udah ya, gue mau pulang. Dadaag!

What in the Middle-Earth is happening just now? Sensasi thrill sekaligus relief. Ah, yang penting tiga nama itu udah ay dapet. Misi pertama selesai, wooh!