Bukan Takdir yang Tetap
Januari 13, 2008
Siapa bilang takdir itu tetap?
Pikirkan sebuah hidup yang diatur oleh Tuhan. Iyalah, itu kehidupan kita. Tapi yang mau gue tekanin tuh ini: kehidupan elo dan orang-orang sekitar lo itu udah diatur dalam skenario. Nah, kalo gini kita itu pemerannya kan? Tau sendiri donk kalo pemeran itu harus memainkan skenario, walaupun di skenario itu ia harus berperan jahat dan mati naas. Oke, elo udah tau apa yang gue tekanin. Masalahnya, apa elo terima kalo hidup lo seperti itu?
Skenario merupakan kejahatan.
…dan Tuhan itu ga jahat. Makanya teori skenario ga mungkin eksis. Kalo emang seperti itu, pastinya banyak orang yang menerima ketidakadilan. Terus Tuhan tinggal bilang aja kalo takdir mereka emang gitu adanya. Gila.
Dan untuk kasus inilah gue menyimpulkan kalo takdir itu merupakan pilihan. APAPUN yang elo lakuin bisa mengubah keadaan, dan mempengaruhi takdir lo secara keseluruhan. Inilah rencana Tuhan sebelum manusia dibuat.
Sistemnya sama seperti “if” di JavaScript atau conditional branch di RPG Maker. Pilihan yang ada membawa seseorang ke keadaan berbeda. Makanya semua lovesims punya ending yang lebih dari satu.
Kalo elo emang udah familar sama dunia game, topik ini gampang banget ditebak isinya.
