Fotoramisu
April 11, 2009
Ay pikir leu semua uda kesel karena setiap baca Juniiiiiiiiiiiii…!! selalu aja akhirnya ngegantung. Maka dari itu sekarang ay mau nulis alasan mengapa Bonnie Ips(sand)wich nyariin Junior dan kenapa pake teriak. Oke? Nikmati.
========
Oh, ngomong-ngomong, rant ini gak berhubungan dengan yang berjudul Fotogerandong. Tapi gak salah kalo leu mau baca yang itu dulu. Oke? Sekarang nikmati.
========
Dan akhirnya setelah perjuangan begitu lama, melewati lautan sejuta umat, Bonnie balik ke kelas. Dengan Juni.
Dengan Juni. Bonnie telah selesai menjalankan quest-nya yang sebelumnya telah mengorbankan waktu luang Rea.
Ehm, sebentar. Ah. Susah mikir, sori ya.
…yep. Lanjut.
Juni mencopot headset-nya saat memasuki pintu kelas. Tapi ada sebuah tangan menodongnya. “Juni,” kata tangan itu. Setelah dipikir lagi ternyata bukan tangan itu yang berbicara, melainkan pemilik tangan itu. Rea berkata, “Juni, karena elo hidup gue uda berkurang 90 menit!”
Rea masih dengan yellowhood-nya menodong Juni. Juni gak bisa gerak karena serangan Rea begitu kuat. Bonnie hanya bisa melihat dari jauh pertempuran antara dua behemoth ini dalam renyahnya hantaman petir di luar kelas.
Ternyata suasana tidak sedramatis yang mereka bayangkan. “Kenapa Re? Bukannya karena gue elo jadi menghabiskan seluruh jam istirahat berdua aja sama Bonnie Sandwich, huh? What’s up with that? Gue kira elo malah seneng!”
“…” Rea baru mau membalas dengan terbata-batako sesaat sebelum Bonnie menyelak.
Bonnie gak jadi nyelak.
“Elo tuh ya,” Juni ngebuka yellowhood-nya Rea dan menepuk pundaknya, “kalo cemburu gak usah segitunya deh. Sekut aja kali,” dan ia bergegas ke mejanya.
Bonnie pasang tampang polos seolah gak tau persoalan di depannya. Rea juga speechless.
“Kok Juni ngomong ‘cemburu’ seh?” kata Rea ke Bonnie. “Padahal gue cuma mau bilang supaya dia gak keluyuran, daripada ntar malah jadi susah kalo mau nyariin dia…”
Dengan polosnya Bonnie OOT, “Jadi elo suka sama gue?”
Stop! Kejadiannya emang kaek gini tapi menurut ay ini terasa garing jadi mari kita skip dulu percakapan canggung antara dua murid ini dan bergegas ke istirahat kedua. Dan di istirahat kedua Rea mengejar Bonnie.
Alangkah anehnya ketika Rea yakin ia sudah memasuki kecepatan Mach 7 masih saja Bonnie ini diluar jangkauan. Rea sadar bahwa memisahkan seekor cewek dari kawanan migrasinya emang sangat susah. Demi sebuah pencerahan ia rela membiarkan dirinya diserang cewek lain atas pengejarannya ini.
“Bonniiiiiiiiiiiiiiiiiiie…!!”
Rea mengerem dengan sangat drastis. Kawanan migrasi itu berhenti dan menyadari bahaya yang datang: hantaman cowok seberat 52 kg! Tapi Rea berhasil memindahkan manuver dan melayang tepat agar para cewek itu gak ketiban Rea. Rea pun mendarat dengan mulus.
“Gue pinjem Bonnie-nya,” katanya kepada sepetak cewek-cewek terkejut dan ia langsung membawa Bonnie pergi seperti seorang pembunuh yang ingin menghabisi dan memutilasi.
Akhirnya, karena lagi-lagi ay males nyeritain kejadian bodoh selanjutnya, kita skip aja dan sekarang Bonnie dan Rea sudah dalam posisi untuk menusuk satu sama lain dengan pisau dapur.
“Aduh Rea,” Bonnie melemas. Rea menegang. Stop. Jangan pikir macam-macam. Gak ada arti tersembunyi.
“Kalo elo ngefans sama gue gak perlu nyulik gue deh! Segitu pentingnyakah alesan gue manggil Juni? Alesan atas apa yang gue lakuin sama Juni tadi? Gue cuma minta dianterin buat fotokopi.”
Tanpa ekspresi Rea merespon, “Fotoramisu?”
=========
Anjay gak jelas abis. Tapi emang gini kejadiannya. Oke, alesan kenapa judulnya Fotoramisu emang kurang jelas. Rant ini belum selesai jadi tunggu kelanjutannya ya.

April 11, 2009 pukul 11:03 pm
wakaka..
April 19, 2009 pukul 11:01 pm
Reaaaaaaaaa ga jelas
April 21, 2009 pukul 6:37 pm
gue nggak ngerti Re.
fotoblablabla
emang itu apaan?