Untuk para pembaca baru, ay bakal ngejelasin apa yang ay maksud dengan Rumit. Jadi entar kalo ay nulis sesuatu yang berhubungan dengan Rumit, leu semua gak bingung (saking rumitnya, gitu).

Rumit adalah cerpen yang terbit di pertengahan tahun 2006. Dalam waktu setengah tahun, pembaca Rumit merambah ke hampir seluruh murid kelas 9 di SLTP Islam al-Azhar 8 Kemang Pratama.

Rumit bercerita tentang kehidupan nyata di sekolah. Semua kejadian yang masuk ke Rumit adalah kejadian-kejadian kurang heboh, tapi lumayan hebat. Argh, bukan gitu deh.

Karakter yang ada di Rumit benar-benar ada di kehidupan nyata. Agar ada batas antara kehidupan dan Rumit, nama-nama karakter disamarkan (walaupun kalau diperhatikan nama mereka benar-benar merepresentasikan diri mereka, jadi tetap ketahuan siapa manusia di balik nama itu). Setting juga diubah. Keadaan sekolah menjadi berubah dengan penambahan adegan yang jarang terjadi di sekolah pada umumnya.

Rumit menggunakan sudut pandang orang pertama. “Gue” yang disebutkan di Rumit adalah Rea_sekar (baca “Rea_sekar!?” untuk keterangan lebih lanjut). Dua minggu setelah penerbitan pertama, Rumit bercerita tentang perjuangan Rea (gue) mengejar Kacamata, seorang public figure di sekolah. Gitu lah, public enemy mengejar public figure. Leu pasti gak tau gimana cara ngebayangin hal-hal yang terjadi di sekolah berkaitan dengan pengejaran ay.

Tanggal 23 Desember 2006, Rumit berubah haluan. Mulai dari tanggal itu (sampai sekarang) Rumit bukan cerpen lagi, melainkan novel tetralogi (novel empat buku). Setting menjadi fantasi-futuristik. Sudut pandang menjadi orang ketiga (terkadang jadi orang pertama juga kok). Cerita tetap berkisar di sekolah.

Rumit baru (selanjutnya disebut Rumit) berkisah tentang Rea Issachar (bukan “gue” lagi). Dengan cerita baru, Rumit membawa kerumitan ke tingkat yang lebih absurd. Setidaknya cerita tentang absurditas alam pikiran di sekolah belum bisa dibaca, karena…buku pertama aja belum selesai^^.

Rumit lama di jaman SMP akan direka ulang agar ceritanya sesuai dengan Rumit baru. Begitulah, ada flashback.

Di permulaan Rumit baru ini, hard copy per bab akan dibagikan di sekolah atau lewat e-mail. Mohon kemauan kalian untuk membaca…

11 Tanggapan ke “Rumit?”

  1. asiah Berkata

    woy,,
    mw baca rumit donk,,

  2. Hoek Soegirang Berkata

    syalommm….
    maaf baru bisa berbalas kunjung…
    ah ya, waktu itu nanya soal mbikin more yak? caranya tulis kode dibawah ini di tempat yang dipotong.
    <–!moreTULIS KATA YANG MO DIGANTI DISINI–>
    nah, gitu doank ko’
    ah ya! tafi tulisan yang ada didalem kode more itu, ndak bakal kebaca kalo uda full page. Jadi cuma tampilan didepan doank. kalo tips yang lain, bisa dilihat di http://panduan.wordpress.com
    maaf sangadh kalo berkesan sok tahu. makasi sangadh yak uda berkunjung ke blog saia!

  3. Cynanthia Berkata

    Waa… mau baca! :D

  4. Cynanthia Berkata

    Hemm… lewat email aja deh :)
    Yang baru!

  5. scarion Berkata

    @cya: email baru lo apa? gue kan ga tau

  6. Cynanthia Berkata

    @scarion:
    Hyaha, lupa. Aku ngga cantumin demi keamanan.
    cynan_naturea [at-nospam] claieth [dot] net

  7. scarion Berkata

    @cya: delivery success!!

  8. Cynanthia Berkata

    Sedang di-donlot ke inbox. Makasih! :D

  9. scarion Berkata

    makasih kembali…
    (sebagai kembalinya, tolong ikut dalam proyek VN standalone gue–ah, udah lah, ga usah deh, hahahah, lupain aja kalo elo mau)

  10. scarion Berkata

    @dhimas: yoi, donlot aja di blog ini


Tinggalkan Balasan